Top
Begin typing your search above and press return to search.

Ikatan pelajar-mahasiswa Wamena sebut Ganjar tokoh pemersatu perbedaan

Ikatan Keluarga Besar Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Jayawijaya Wamena menilai Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai salah satu tokoh pemersatu perbedaan suku, agama, dan ras.

Ikatan pelajar-mahasiswa Wamena sebut Ganjar tokoh pemersatu perbedaan
X
Sumber foto: Joko Hendrianto/elshinta.com.

Elshinta.com - Ikatan Keluarga Besar Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Jayawijaya Wamena menilai Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai salah satu tokoh pemersatu perbedaan suku, agama, dan ras. Mereka menyampaikan hal itu dengan langsung datang bertamu ke rumah dinas Puri Gedeh.

"Pak Ganjar itu salah satu tokoh yang berjiwa milenial, salah satu tokoh juga yang bisa menyatukan kami dari sisi perbedaan suku, agama, dan lainnya," kata Yanuar Mabel, perwakilan Ikatan Keluarga Besar Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Jayawijaya Wamena se-Jawa-Bali.

Hal itu juga yang kemudian mendasari para pelajar dan mahasiswa Wamena untuk mengundang Ganjar Pranowo hadir dia acara musyawarah besar Ikatan Keluarga Besar Pelajar dan Mahasiswa Pegunungan Jayawijaya, Wamena, yang rencananya digelar akhir tahun ini. Tidak hanya itu, mereka juga mengundang Ganjar untuk berkunjung ke Wamena yang ada di sekitar Lembah Baliem, Papua.

"Kemarin beliau sempat datang di PON Papua tetapi tidak sampai ke Wamena sehingga kami tadi meminta agar Pak Ganjar berkenan datang ke kampung kami di Wamena. Kalau Bapak belum datang ke Wamena berarti belum datang ke Papua. Beliau siap, ketika ada liburan akan datang ke sana," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Sabtu (11/12).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan para pelajar dan mahasiswa itu mengundang ke Wamena karena sebelumnya melihat video-video saat ia berkunjung ke Papua beberapa waktu lalu.

"Iya, tadi sempat ngobrol dan bercanda. Ternyata mereka melihat video-video saya waktu datang ke PON Papua," katanya.

Terkait acara yang rencananya di gelar akhir tahun ini, Ganjar mengusulkan agar waktunya digeser. Sebab waktu itu berbarengan dengan kebijakan dari pemerintah terkait pencegahan Covid-19 selama Natal dan Tahun Baru.

Menurut Ganjar acara itu bagus sehingga sangat disayangkan apabila nanti terbentur dengan kebijakan Nataru. Termasuk saran agar acara juga digelar secara hybrid untuk mengantisipasi jumlah peserta yang hadir.

Ganjar juga mengapresiasi semangat luar biasa yang dimiliki oleh pelajar dan mahasiswa Wamena. Ia berharap kelak mereka kembali ke Wamena untuk membangun daerahnya.

"Spiritnya menurut saya luar biasa karena mereka itu datang dari Jakarta dan Bandung untuk bertemu di Semarang. Mereka kini sedang belajar di seluruh Jawa-Bali," tutur Ganjar.

Sementara itu terkait undangan agar berkunjung langsung ke Wamena, Ganjar mengatakan bahwa itu sudah menjadi impiannya sejak lama. Wamena menjadi salah satu daftar daerah yang ingin sekali dikunjungi Ganjar. Apalagi selama kunjungan di Papua beberapa waktu lalu kesempatan untuk datang ke Wamena belum tercapai.

Menurut Ganjar, Wamena yang berada di Lembah Balkem selalu menawarkan cerita indah dan menarik, baik dari sisi budaya, sejarah, maupun pariwisatanya. Ditambah banyak orang-orang Eropa yang datang ke sana untuk berlibur.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire